Reportase: Sukacita Kebersamaan dalam Keluarga Duta Pembaharuan
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Kegiatan, ReportaseTim Duta Pembaharuan (DP) menikmati kebersamaan melalui acara Retreat Keluarga yang dilaksanakan di Hotel Pringgosari Tawangmangu, 19-20 Juni 2009. Dinginnya Tawangmangu tak menghalangi 40 anggota keluarga DP untuk mengekspresikan keceriaan dan sukacita dalam acara ini. Teristimewa bagi tim DP sendiri adalah kehadiran Pak Tom dan Bu Katy, bapak dan ibu rohani sekaligus pendiri Duta Pembaharuan. Beliau berdua datang dari USA dan tinggal di Jogja selama 2 minggu untuk mengikuti Seminar PATI dan secara khusus mengunjungi tim DP yang sudah sekitar 8 bulan lalu ditinggalkan.
Benar-benar kesempatan baik yang Tuhan siapkan karena dalam acara ini, tim DP dari Jogja, Solo, Jakarta (diwakili Sdri. Ulin) beserta keluarga dapat refresh dan menerima hal-hal baru. Tema retreat yang diambil adalah tentang keluarga, bagaimana peran suami dan istri, serta bagaimana peran orangtua dalam kehidupan anak-anak. Acara dikemas menarik dan tidak monoton karena ada selain penyampaian materi, ada pula games dan ice breaker.
Acara dimulai dengan puji-pujian bersama, ice breaker dan games kelompok untuk mencairkan ketegangan dan kelelahan perjalanan dari Solo maupun Jogja. Baru setelah itu Pak Tom mulai membagikan sesi I yaitu tentang peran suami dalam rumah tangga. Kami sungguh diberkati dengan sesi ini, karena selain Pak Tom menyampaikan pengajaran, Bu Katy sesekali menimpali dengan perspektif dari seorang istri. Kami mendapatkan ada 4 hal penting yang perlu dilakukan seorang suami terhadap istri yaitu: bersikap bijaksana, ber-empati terhadap istri, mengasih dan menghormati istri, serta berkorban bagi istri.
Bagi keluarga muda, hal ini menjadi satu panduan penting untuk terus melangkah dalam hubungan suami istri yang sehat. Bagi keluarga yang sudah lama membangun rumah tangga, pengajaran ini mengingatkan apabila selama ini masih ada peran yang terlewat. Sedangkan bagi para single, tentu saja hal ini menjadi bekal ketika nantinya membangun rumah tangga.
Tak kalah menariknya adalah acara api unggun seusai makan malam. Semua berkumpul di halaman, memakai sarung (bagi para pria) dan kain pantai (bagi para wanita). Kami menyanyi dan menari bersama dengan diiringi gitar dan nyala api unggun yang menghangatkan suasana. Talent show pun mulai disajikan oleh Karina-anak keluarga Pak Paul, dan Keluarga Bp Aguh-menyanyikan lagu. Dalam acara ini, Pak Tom menyampaikan renungan agar bersyukur karena saat ini sudah banyak mitra yang bergabung dan bekerjasama sehingga kemajuannya semakin nampak. Kebersamaan semakin terjalin ketika Petra-anak keluarga Pak Obed, dan juga keluarga lain yang berulangtahun di bulan Juni didoakan bersama-sama oleh seluruh keluarga DP. Acara ditutup dengan doa bersama, namun setelah itu, semua masih berkumpul untuk membakar jagung, ngobrol dan bersantai. Wah, sungguh menyenangkan.
Paginya, kami bangun untuk berolahraga dan bermain bersama. Menarik ketika melihat pasangan suami istri bermain dan bekerjasama untuk membawa balon dan lari kelereng estafet. Ramai sekali dan sungguh penuh sukacita. Setelah makan pagi, sesi II dimulai dengan judul peran istri dalam rumah tangga. Pak Tom dan Bu Katy kembali bersama untuk menyampaikan peran istri yang baik. Kami mendapatkan 2 hal dari pengajaran ini, yaitu: seorang istri harus tunduk kepada suami, dan seorang istri harus menghormati suami. Banyak contoh yang dikemukakan oleh para istri, tentang bagaimana selama ini mereka mengaplikasikan 2 hal tersebut dalam rumah tangganya dan semua saling menanggapi sehingga menambah pengalaman dan wawasan. Kami merasa diberkati dengan pengajaran-pengajaran ini, meskipun waktunya hanya 2 hari.
Penerapan dari pengajaran ini ada pada sesi terakhir, yaitu celebration. Semua diminta kumpul dengan keluarga masing-masing, dan saling mendoakan. Suasana menjadi haru saat suami mendoakan istri, begitupun sebaliknya, termasuk juga mendoakan anak-anak. Bersyukur untuk istri dan suami yang diberikan Tuhan, untuk setiap hal yang terjadi dalam keluarga, dan memberkati pasangan masing-masing. Tak ketinggalan para single pun didoakan. Mereka berlutut bersama di tengah, para suami dan istri mendoakan dan memberkati mereka sehingga pada masanya, mereka pun dapat membangun keluarga yang Tuhan inginkan, menemukan pasangan hidup yang tepat sesuai kehendak Tuhan, dan bertumbuh dalam kehidupan mereka. Pak Tom menutup dalam doa, dengan bersama-sama menyanyikan pujian Bersama Keluargaku Melayani Tuhan. Sungguh haru suasana siang itu. Setiap orang memiliki komitmen dalam diri masing-masing dan menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan. Tuhan menciptakan kami sebagai keluarga yang saling mengasihi, dan kami rindu terus bertumbuh dalam komunitas keluarga ini, keluarga kami yang terangkum menjadi keluarga Duta Pembaharuan!
Pertama pertemuan besar….dimana ada tempat, Ibadah Raya , Kedua di rumah masing-masing atau lebih tepat didalam kelompok kecil. Jelas ini fungsinya akan sangat berbeda. Di kelompok besar atau ibadah raya akan begitu banyak puji-pujian dan penyembahan yang dilakukan artinya fokus kepada Tuhan. Sementara di kelompok-kelompok kecil akan lebih banyak kepada pelayanan pribadi atau konseling. Sehingga Firman Tuhan menggambarkan ibadah itu menimbulkan satu ikatan yang sangat dahsyat bagaikan keluarga. Ini terlihat dari Ef 2:19 , Tubuh Kristus Ef 4:16
Selain itu ibadah penting karena juga memberi kepada kita pengertian:
Yesus Kristus, Allah kita layak di puji dan disembah
Maz 100:2,3,4,5 : Maz 95:1,2,6,7 Layak di puji, disembah, dihormati, di taati
Mari kita belajar dalam pertemuan raya untuk memuji dan membesarkan namaNya .Tidak tergantung perasaan. dll
Merasakan Kehadiran Yesus di tengah kita…
Fakta yang harus menjadi kenyataan
Zef 3:16,17,18 ; Matius 18:20 Allah agung di tengah kita. Memberi berkat, kuasa RK, mengubah hidup kita
(oleh Pdt. Jonedi Ginting, M.A)
Kegunaan dari sebuah karunia adalah untuk membangun tubuh Kristus dalam sebuah komunitas orang percaya. Kalau ada karunia yang kemudian memecah tubuh Kristus menurut Firman Tuhan diatas berarti dipertanyakan. Oleh karena itu bagi siapapun yang memiliki karunia ini diharapkan dapat menerimanya dengan rendah hati. Fokus dari sebuah pelayanannya harus saling ada ketergantungan dengan para pemilik karunia rohani yang lain. Sebab setiap karunia berguna untuk saling melengkapi juga saling menutupi diantara karunia yang berbeda. Dan karunia satu dengan yang lain bukan tandingan, dan tidak ada karunia yang satu besar dan yang satu kecil. Sehingga karunia rohani bukan “alat” menyombongkan diri dan juga bukan membuat orang iri. Karunia rohani juga bukan ukuran kerohanian jadi karunia rohani benar-benar diterima dengan segala kerendahan hati. Karunia rohani bukan juga alat saling melukai bahkan bukan untuk “mengancam” sesorang sehingga dia merasa terpojok. Karunia rohani juga bukan alat untuk memanipulasi Tuhan, atau bukan sebagai alat “pembenaran diri” mengatasnamakan Tuhan.
Kesombongan dalam diri seseorang karena sebuah karunia yang ia miliki membuat ia bukan suatu tubuh atau bagian dari sebuah tubuh Kristus. Hal semacam ini membuat ia menjadi lupa akan tanggungjawabnya terhadap karunianya dan juga terhadap anggota tubuh yang lain. Dan yang menjadi ukuran utama adalah karunia itu benar-benar pemberian sehingga setiap orang berhak meminta dan berhak juga menerima, dan karunia yang diberikan oleh Tuhan harus dipakai sesuai dengan rancangan Tuhan.
(oleh Pdt. Jonedi Ginting, M.A)
Reportase: Retreat Program Intensif SOH Reguler Pelatihan Dasar
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Kegiatan, ReportaseSalam Pemulihan!
Pada tanggal 29 s/d 30 Mei 2009 diadakan retreat Program Intensif School Of Healing (SOH) Reguler Pelatihan Dasar Jakarta. Retreat diadakan di Pondok Yasmin, kawasan hutan pinus Gunung Pancar, Sentul Bogor. Bertempat sunyi jauh dari keramaian kota, tempat yang sederhana tidak membuat peserta berkeluh kesah. Meskipun acara di pagi hari dimulai pukul 06.15 WIB, udara dan air yang dingin tidak membuat mereka terlambat bagun di pagi hari. Melalui program baru ini, pertama kalinya, tim regional Jakarta telah berhasil melatih 33 orang dari beberapa kalangan gereja.
Program ini secara intensif diadakan 8 kali pertemuan dan satu kali retreat 2 hari 1 malam. Dalam setiap pertemuan peserta mengikuti sesi dan dilayani dalam kelompok kecil. Peserta retreat terdiri dari 26 orang wanita dan 4 orang pria. Peserta terdiri dari beberapa gereja antara lain; Gerja Isa Almasih, GKRI Diaspora City Center, GKRI Harmoni, GBI Modernland Kota Bumi, ABBALOVE, GBI, GKI dari enam kota (Bekasi, Pinangsia, Taman Aries, Citra Garden 1, Rawamangun, Mangga Besar), CWS, GPIB, GK Jakarta, ST. Leo Agung, Bethel English Service, GBI Rahmat Imanuel Ciputra, City Blessing. ST. Yakobus kelapa gading, GBI Taman Surya. Reatreat dilayani oleh beberapa fasilitator dari Jakarta dan Yogyakarta.
Materi yang disampaikan dalam reatreat ini adalah Pelayanan Pemulihan Terpadu, Pelayanan Trauma dan sesi penutup Pemulihan Sejati. Setiap sesi dan penerapannya berjalan dengan lancar. Ada empat orang yang dilayani dalam pelayanan trauma. Ada ketakutan terhadap anjing, darah dan kekerasan, tempat yang tinggi dan berenang. Hasil pelayanan membuat kami mengagumi bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hati setiap orang. Mereka bersaksi bahwa Tuhan mengangkat ketakutan mereka. Berbeda dengan keadaan waktu sebelum dilayani.
Dalam retreat ini, ada hal yang sempat menjadi kekuatiran di antara panitia karena malamnya ada issue bahwa wisma yang kami gunakan akan disweeping oleh sekelompok orang. Paginya kami didatangi oleh empat orang aparat keamanan yang akan menjaga kami sampai selesainya reatreat. Puji Tuhan akhirnya acara berjalan dengan lancar, nyaman dan terkendali. Kami bisa pulang dengan hati yang sukacita.
(oleh Victoria Hapsari Gunawan)
Menjadi satu keluarga yang baik tercermin lewat kebersamaan yang utuh. Dalam keluarga yang harmonis terjadi saling menolong, saling memperhatikan, saling mengangkat, saling memberi harapan, saling mendorong bahkan saling menegur satu dengan yang lain demi kemajuan keluarga tersebut. Yang membuat unik di dalam keanggotaan gereja atau tubuh Kristus adalah kita hanya sebagai anggota, Yesuslah kepala dari semuanya, sehingga semua harus terarah kepadaNya.
Mari kita saling memperhatikan satu dengan yang lain di dalam tubuh Kristus, kita memperhatikan sebagai wujud kebersamaan di dalam keluarga Kristus. Sehingga akan timbul keterbukaan, empati, menanggung beban dan pergumulan bersama-sama saling bertanggung jawab karena kita pasti tidak dapat tumbuh sendiri. Kita butuh anggota tubuh yang lain. Tangan tidak mungkin mengatakan dia akan panjang sendiri tanpa diikuti yang lain karena jika demikian dia akan kelihatan lain dan ganjil, namun jika bertumbuh bersama dengan seimbang maka akan terbentuk tubuh yang ideal.
(oleh Pdt. Jonedi Ginting, M.A)
Seminar Pemulihan & Launching Buku ” Letting God Be Judge”
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Kegiatan, NetworkUntuk informasi selengkapnya bisa dilihat pada flyer dibawah ini :

(klik gambar untuk memperbesar tampilan)
Dari ayat Firman Tuhan ini kita diajari agar jujur dengan motivasi yang juga benar. Tuhan tidak anti dosa, Tuhan tidak anti orang yang hancur hati, Tuhan juga tidak menghindari orang kotor, hina, najis dll. Namun Tuhan inginkan hati yang hancur. Dari bacaan diatas kita bisa melihat bahwa ada perbedaan antara orang Farisi dan pemungut cukai. Orang Farisi terkenal baik, rajin bahkan ketaatannya kepada Hukum Taurat teruji.
Firman ini mengisahkan orang Farisi yang sedang berdoa demikian: “Ya Allah aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku”.
Dari doa ini kita bisa menyimpulkan bahwa orang ini sangat saleh. Jangan-jangan orang seperti dia ini sangat langka di jaman modern ini, namun mengapa doa ini bermasalah? Karena Tuhan tahu hati dan motivasinya. Tuhan katakan “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Lain hanya dengan pemungut cukai. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini”. Tuhan merespon lain terhadap orang ini dengan mengatakan : Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Tuhan rindukan kita mengatakan keadaan kita dengan jujur, dan dengan penyesalan atas dosa kita bukan ditutupi ataupun dikemas dengan kemasan yang “kudus”. Tuhan tahu hati kita dan dia memahami semuanya. Dalam 1 Samuel 16:7 tertulis:
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
Mempersembahkan hati yang hancur artinya:
- Mengandung penyesalan atas setiap dosa, dan mengakui dosa adalah dosa sesuai dengan kacamata Tuhan
- Ada penyerahan total artinya siap bayar harga mungkin sakit malu dan sebagainya
- Ada kemauan (kehendak) untuk diubah oleh Tuhan dan siap masuk dalam proses dan waktunya Tuhan
- Tidak ada tuntutan
oleh Pdt. Jonedi Ginting, M.A
Tuhan Yesus memberi contoh kepada kita bagaimana menjadi orang yang dewasa. Orang dewasa biasanya akan dikelilingi oleh permasalahan namun dia akan mengendalikan masalah itu. Sebaliknnya orang yang tidak dewasa dia akan dikendalikan oleh masalah bahkan hidupnya akan terancam setiap kali dia menghadapi masalah.
Di kitab Filipi Tuhan menggariskan beberapa hal yang sangat luar biasa sebagai penggerak kedewasaan dan tersedianya semangat, penghiburan, persekutuan, kasih mesra, dan belas kasihan. Kedewasaan kita dapat dinikmati semua orang, jika kita menganggap kita dewasa namun melukai orang yang belum mencapai kedewasaan sebenarnya kita sedang tidak dewasa. Caranya adalah: Dengan hidup sehati sepikir, sejiwa, setujuan, tdk egois, tdk mencari pujian yang berdasarkan kerendahan hati yang dimiliki Kristus ( ayat 2- 4 ). Memiliki Kerendahan hati seperti Kristus ( 6-8 ). Kalau kedewasaan itu berbicara tanggungjawab dan kita bercermin kepada Tuhan Yesus maka dewasa adalah:
- Menanggalkan status dan hak namun berkonsentrasi kepada tanggung jawab (artinya dia tidak akan menuntut)
- Meninggalkan kemuliaanNya.
- Tunduk sebagai hamba sampai mati.
(Ditulis oleh Pdt. Jonedi Ginting, M.A)
Retreat Mentor dan Tutor PPA Cluster Eirene Semarang
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Kegiatan, ReportaseDi puncak Tawangmangu, tepatnya di Wisma Pringgosari, retreat mentor dan tutor PPA Cluster Eirene Semarang diadakan dari tanggal 22-24 April 2009. Tim Duta Pembaharuan mengutus Bapak Jonedi, Bapak Sahara dan Bapak Obed untuk melayani di sana. Dengan materi-materi sesi “buka mata” yang terdiri antara lain: Introduksi, Bertumbuh Melalui Pemulihan, Syarat Pertumbuhan, Overview, Kasih Karunia, Pengampunan dan ada satu kali ibadah KKR pada hari Kamis, 23 April malam, yang diisi oleh Bapak Jonedi dengan materi Bertumbuh Melalui Komunitas.
Hasil statistika menunjukkan bahwa peserta yang antusias dan merasa terbuka mata akan kebutuhan pelayanan pemulihan ada 38 peserta (79%) ini menunjukkan bahwa para Tutor dan Mentor team Ierene sangat rindu untuk dipulihkan seperti tema retreat “Dipulihkan untuk Memulihkan”. Hal ini juga pengakuan peserta yang mengaku merasa sangat rindu untuk dilayani dengan model Pelayanan Pemulihan Terpadu dari duta Pembaharuan ada 30 peserta atau 63%. Dan Para peserta rindu diperlengkapi lebih lanjut ada 32 peserta (67%). Dari riset yang kami
lakukan melalui beberapa pertanyaan tersebut respon peserta sangat membutuhkan pelayanan ini dikembangkan bagi banyak orang, tidak hanya kepada para Tutor dan Mentor di Cluster Eirene Semarang saja.
Sekitar 50 orang yang melayani sebagai mentor dan tutor di PPA Cluster Eirene Semarang, dengan antusias mengikuti retreat dengan tema “Dilayani Untuk Melayani.” Namun ketika tim DP melayani, kami menjelaskan kepada mereka bahwa ‘pemulihan’ adalah kebutuhan setiap orang percaya, dalam level kerohanian apapun. Dengan sesi-sesi buka mata kami berharap bahwa mereka menyadari kebutuhannya akan pelayanan pemulihan. Karena waktu memang terbatas sehingga pelayanan yang lebih dalam tidak mungkin dilakukan. Namun demikian kami sangat mendorong mereka untuk mengikuti School Of Healing agar pelayanan kepada mereka bisa lebih dalam lagi hingga menyentuh masalah-masalah inti.
Dukung dan Doakan: School Of Healing Reguler Pelatihan Dasar
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Info SOHSchool Of Healing (SOH) Reguler Pelatihan Dasar Jakarta akan segera diselenggarakan pada 20-23 Mei 2008, di Pondok Kepenrey, Kota Bunga, Cipanas, Bogor. Kami berharap info ini dapat disebarluaskan kepada mitra-mitra yang membutuhkan pelatihan dan pelayanan SOH. Kami juga terus meminta dukungan serta doa dari para alumni SOH sehingga seluruh rangkaian pelaksanaan SOH ini dapat berlangsung lancar dan menjadi berkat.
Bagi Anda yang sedang mendoakan atau menyiapkan diri untuk mengikuti SOH ini, atau mungkin rindu mengirimkan teman atau saudara untuk mengikuti seminar ini, kami mempersilakan Anda menghubungi:
Encourage Centre
CP. Sdri Ulin
Grand Boutique Centre blok C/41
Jl. Raya Mangga Dua Jakarta Utara
Telp. 021-6123002; 021-33132664
email: Encouragecentre@yahoo.co.id
Kontribusi Acara Rp 600.000,00
Kesaksian: Cerita setelah mendapatkan pelayanan pemulihan
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: KesaksianAkan tetapi, sejak saya menikah, sepertinya semua semangat saya menurun drastis. Saya agak “lupa” ke gereja. Setiap kali ke gereja, saya merasa tidak mendapat apa-apa dan khotbah yang saya dengarkan berlalu begitu saja. Hal itu membuat saya jenuh dan malas ke gereja. Sampai akhirnya suatu hari Tuhan menegur saya dengan keras dan itu menyadarkan saya untuk kembali datang ke rumah Tuhan, berdoa dan berbicara dengan Dia.
Sebelum ikut SOH saya sudah dilayani oleh alumni SOH di Jakarta. Dalam beberapa pertemuan itu banyak hal yang saya temukan kembali, terutama tentang makna sebuah pengampunan. Tetapi dalam perjalanan untuk memberikan pengampunan yang sejati, saya merasa masih ada yang kurang dan tidak saya mengerti. Saya tidak mengerti bagaimana harus berserah kepada Tuhan. Saya tidak mengerti apa arti kalimat, “Kerjakan bagianmu, dan serahkan kepada Tuhan apa yang tidak bisa kau selesaikan”. Saya tidak mengerti bagaimana bersabar menunggu waktu Tuhan. Saya bertanya-tanya, “Mana janji setiaMu Tuhan? Kapan waktuMu akan menggenapi janji-janjiMu itu? Mengapa saya masih merasa “sakit” menghadapi hidup saya padahal saya sudah melepaskan pengampunan kepada orang yang menyakiti saya?
Susah sekali bagi saya, yang sekian lama hidup “sendiri” dan berusaha menyelesaikan masalah saya sendiri untuk mengartikan semua ini. Saya berpikir, alangkah bodohnya saya. Untuk hal berserah saja yang mungkin bagi orang lain kelihatannya sederhana kok saya tidak bisa. Sebenarnya keikutsertaan saya dalam SOH ini karena “dijerumuskan” oleh kakak saya. Namun saya yakin ini bukanlah suatu kebetulan tapi karena kehendak Tuhan. Dan puji syukur bagi Bapa di surge. Amazing! CaraNya bekerja dalam menjawab keraguan-keraguan saya sungguh ajaib dan tak terjangkau oleh akal pikiran. Melalui renungan pagi Yohanes 8: 1 – 11, perasaan-perasaan sakit, rasa tidak berharga atas perlakuan-perlakuan yang menyakitkan terangkat oleh sebait ayat dalam Firman Tuhan yang selama ini sering saya ucapkan tapi terlewatkan di ayat terakhirnya. Saya disadarkan bahwa rasa sakit yang masih tersisa disebabkan karena penghakiman saya terhadap diri sendiri dan ketidakmampuan mengampuni diri sendiri. Renungan pagi itu sungguh membukakan mata hati saya. Pada ayat 9-11 saya disadarkan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan saya bahkan Dia berkata “Aku juga tidak menghukum engkau, Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang”.
After SOH, saya sangat bersyukur karena Tuhan mengijinkan saya untuk mendapatkan pemahaman-pemahaman tentang diri saya, hubungan saya dengan orang lain dan penyerahan diri saya kepada Tuhan. Saat ini saya masih harus banyak belajar dan mengejar ketertinggalan saya setelah sekian lama “menghilang”. Saya mau dibentuk sesuai kehendakTuhan. Saya mau belajar mengurangi porsi kesombonganku sampai akhirnya aku benar2 berserah pada kehendakMu. Bukan hal yang mudah bagi saya menghadapi pergumulan pribadi, keluarga dan pekerjaan. Tapi saya mau tetap maju dan berjalan bersama Yesus. Saya tidak mau lagi lelah berjalan sendiri. Terima kasih saya kepada seluruh tim Duta Pembaharuan, fasilitator saya selama di SOH dan fasilitator saya di Jakarta. Juga kakak saya yang begitu sayang dan terus mendukung saya dalam pemulihan saya. Tuhan Yesus memberkati.
(Seperti yang ditulis Lina W melalui email, dengan editing seperlunya)
Buku: Langkah-langkah Menuju Kemerdekaan Di Dalam Kristus
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Buku, Media
Halaman : 44 halaman
Cover : Softcover
Harga : Rp 5.000,-
Review :
Jika anda sudah menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi anda, maka Ia sudah memerdekakan anda melalui kemenangan-Nya di kayu salib atas dosa dan kematian. Jika anda belum mengalami kemerdekaan, hal itu mungkin disebabkan karena anda belum berdiri teguh di dalam iman atau belum secara lengkap menjalankan kedudukan anda di dalam Kristus. Orang Kristen harus bertanggung jawab untuk melakukan apa saja yang diperlukan agar hubungan pribadi yang benar dengan Allah terpelihara. Keselamatan anda yang kekal tidak akan hilang, sebab anda aman jika anda telah berada di dalam Kristus. Tetapi kemenangan anda dari hari demi hari dipertaruhkan apabila anda gagal berperang teguh serta gagal memelihara kedudukan anda di dalam Kristus.
Untuk informasi dan pemesanan, hubungi :
DUTA PEMBAHARUAN
Jl. Tanjung No.31 Juwangen Purwomartani Kalasan Yogyakarta
PO BOx 5/ YKAP Yogyakarta, 55282
Telp. (0274) 497183
Fax. (0274) 496418
Email : sohduta@yahoo.com

Pengarang : Pdt. Thomas J. Sappington, Th.D
Softcover : 166 halaman
Bahasa : Indonesia
Harga : Rp 34.000 ,-
Review :
Anda mungkin mengalami masalah seperti ini :
- Istri saya suka mencemoh saya dan hal ini memicu pertengkaran hebat. Kelihatannya dia ingin menceraikan saya
- Suami saya suka mengkritik saya karena badan saya yang gemuksetelah melahirkan. Hal ini membuat saya stres dan makan lebih banyak
- Saya kecewa kenapa Allah membiarkan musibah menimpah saya. Saya juga marah karena Dia tidak pernah jawab doa-doa saya
- Anak saya suka memberontak
- Saya takut menjalani hubungan yang lebih mendalam dengan pacar saya. Ada sesuau yang saya sembunyikan
- Saya tidak ingin menjadi seperti ayah atau ibu saya dan tidak ingin menikah dengan orang yang berkarakter seperti mereka
Jangan putus asa. Masih ada jalan keluar. Buku inilah jawabnya. Berdasarkan pengalamannya menangani ratusan konseli selama puluhan tahun di berbagai negara termasuk Indonesia, Pdt. Thomas J. Sappington, Th.D. menyingkapkan bahwa rusaknya hubungan kita ndengan sesama dan Allah serta buruknya persepsi kita mengenal diri sendiri sebagian besar disebabkan oleh penghakiman tidak alkitabiah yang mengakar kuat dalam diri kita. Penghakiman ini memberikan akses kepada iblis untuk membuat kita tidak mampu mengasihi diri sendiri, sesama, dan Allah, dan menerima kasih dari mereka. Akibatnya kehidupan sosial dan rohani kita semakin merosot dan berkat Allah tidak pernah mengalir dalam hidup kita.
Kita akan menemukan cara utnuk mematahkan roh penghakiman dalam hidup kita serta mengampuni diri sendiri dan oarang yang telah menyakiti kita. Kita juga dapat menolong orang lain untuk mengalami kebebasan seperti yang telah kita terima. Untuk sampai ke tahap tersebut kita perlu mempelajari topik-topik ini :
- Penilaian alkitabiah vs penghakiman yang tidak alkitabiah
- Tipe-tipe penghakiman yang tidak alkitabiah
- Faktor-faktor penyebab munculnya penghakiman yang tidak alkitabiah
- Dampak dari penghakiman yang tidak alkitabiah
- Kisah kesaksian orang-orang yang menjalani pelayanan pelepasan dari roh penghakiman
Harga Diskon : Rp30.000,-
Untuk informasi dan pemesanan, hubungi :
DUTA PEMBAHARUAN
Jl. Tanjung No.31 Juwangen Purwomartani Kalasan Yogyakarta
PO BOx 5/ YKAP Yogyakarta, 55282
Telp. (0274) 497183
Fax. (0274) 496418
Email : sohduta@yahoo.com
Ucapan Syukur Pelaksanaan SOH Reguler Solo dan Pernikahan Perak Bapak Bambang-Ibu Is
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: ReportaseAcara yang dipimpin oleh Pak Obed ini memang tidak berlangsung lama, namun suasana khidmat dan penuh kasih mewarnai setiap orang yang datang, terutama bagi Pak Bambang dan Ibu Is, serta Adi, putra pertama mereka yang ikut serta. Pak Bambang dan Ibu Is menceritakan kepada setiap yang hadir mengenai kesan-kesan mereka satu sama lain selama menjadi suami istri, bagaimana suka dan duka mereka. Sungguh hal ini boleh menjadi berkat pula bagi yang lain, dimana Tuhan terus bekerja melalui keluarga yang dipulihkan.
Doa pun diungkapkan bagi keluarga yang sedang berbahagia ini, supaya Tuhan terus memimpin, memberkati, dan menjadikan keluarga ini berkat bagi orang lain. Seusai mendoakan keluarga Pak Bambang, setiap yang hadir diminta berkumpul dengan keluarganya dan masing-masing berdoa untuk keluarga, supaya Tuhan yang terus menjaga dan memberikan kekuatan, mengerjakan pemulihan yang kontinu sepanjang kehidupan. Sungguh mengharukan sekaligus menguatkan setiap yang hadir, bahwa kita tidak sendirian. Tuhan memberikan komunitas dimana kita dapat saling mengasihi, mendoakan dan mendukung satu sama lain. Sungguh Tuhan itu baik, dan memperhatikan kita.
Orang tersebut dan ibu dari anak ini berteman baik. Beliau bercerita kalau beberapa hari anaknya tidak bisa tidur, sering mengigau dan merasa ketakutan ditinggalkan ibunya. Kebetulan si ibu sendiri pernah mengikuti SOH juga. jadi mereka berdua mencoba mempraktekan pelayanan kepada anak ini. Awalnya mereka curiga kalau ada sesuatu pada masa kandungan kemudian pelayanan back to the womb di lakukan. Proses demi proses dilakukan dan samapai selesai tidak menemukan sesuatu yang mengarah pada trauma tersebut.
Tiba-tiba si ibu teringat semasa setelah lahir anak tersebut sempat di pisahkan dalam waktu semalam. namun waktu pelayanan di lakukan, tidak ada reaksi apa-apa. kemudian mereka terus melanjutkan pelayanan dengan doa, mereka berdiam diri dan minta Tuhan menunjukan sesuatu. tidak jarak berapa lama si anak bercerita ” tadi waktu berdoa, aku liat aku sedang merangkak, waktu aku lari datang ke mamah, mamah malah jalan mundur, terus di belakang mamah ada garis dan suasananya waktu itu rame sekali”, si ibu tiba-tiba teringat waktu anak tersebut sedang belajar merangkak, ibu itu mengikut sertakan anak tersebut untuk mengikuti lomba bayi merangkak.
Setelah itu mereka langsung melayani trauma anak tersebut dan ajaib Tuhan Yesus menyembuhkan trauma tersebut. setelah beberapa hati anak itu sudah dapat tidur nyenyak dan tidak merasa takut di tinggalkan ibunya lagi. Puji Tuhan… Tuhan Yesus memulihkan anak kecil juga.
Sumber : Ibu Linda (GBI Rumah Pujian).
Tuhan kirimkan orang-orang yang siap melalui SOH Solo
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Kegiatan, TrainingSchool Of Healing Reguler Solo telah berhasil diselenggarakan 16-19 Maret lalu. Acara kali ini diikuti oleh 17 peserta pria dan 20 peserta wanita yang antusias. Secara perhitungan manusia memang 37 masih cukup jauh dengan target yang diinginkan yakni 60 peserta, namun kami dapat melihat bahwa orang-orang yang Tuhan kirimkan ini komposisinya pas. Kami yakin bahwa itulah yang terpenting. Bukan perhitungan kami sebagai panitia, melainkan perhitungan Tuhanlah yang sempurna. Kami melihat bahwa setiap peserta yang mengikuti SOH kali ini benar-benar sudah siap untuk menerima pengajaran maupun pelayanan.
Denominasi gereja peserta yang mengikuti SOH kali ini pun cukup beragam. Ada GEKISIA, GKI, GBI Keluarga Allah, GJSA, GKMI, GBT, GPIA, GPPS, GUPdI, GKRI, GKKD. Ada juga seorang peserta yang dikirim dari Yayasan Gloria, salah satu mitra Duta Pembaharuan. Dari latar belakang peserta, kami mendapatkan data bahwa ada 4 pendeta, 4 evangelis, 4 pelayan pemuda, 6 pelayan sekolah minggu, 3 WL/pemusik, 4 orang yang bergerak dalam pemuridan, 4 orang dari seksi kunjungan, 1 konselor, 6 jemaat dan 1 orang yang bergerak dalam komisi wanita.
Dari segi pengaturan acara, kedisiplinan peserta juga menjadi salah satu faktor indikasi bahwa orang-orang yang dikirimkan kali ini sangat siap. Mulai dari acara pembukaan, tidak ada seorang pesertapun yang terlambat, sehingga setiap peserta mendapatkan secara penuh materi dan rangkaian SOH ini secara utuh. Selama acara berlangsungpun berjalan on time sehingga benar-benar didapatkan hasil yang maksimal.
Luar biasa melihat karya Tuhan melalui para peserta yang dipulihkan. Kami terus menunggu kelanjutan kabar dari peserta sekembali ke tempat masing-masing. Kami berharap ada kabar-kabar sukacita terdengar karena peserta telah mempraktekkan pelayanan ini kepada orang lain. Selain itu yang terpenting bahwa peserta lebih mengenali pribadinya, dapat melihat kebutuhan-kebutuhan untuk terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah, memperkenalkan Allah kepada orang lain, dan menikmati Allah dalam bentuk komunitas. Biarlah terbentuk jaringan yang benar-benar membangun, yang dimulai dari alumni SOH yang akan meneruskan kabar pemulihan ini. Biarlah pesan ini akan terus didengungkan sehingga semakin banyak orang memahami pentingnya pemulihan dalam pertumbuhan rohani yang seimbang dalam Kristus.
Saat ini Tim Solo sedang mempersiapkan School Of Healing Reguler Pelatihan Dasar yang akan diadakan 16-19 Maret 2009. Kami rindu Anda dapat mendukung rencana ini dengan membawanya dalam doa atau bahkan mengirimkan orang-orang yang rindu diperlengkapi. Mohon doakan untuk peserta yang akan ikut agar memenuhi target (60 orang), panitia yang sedang mempersiapkan baik acara maupun persiapan mereka secara pribadi. Kami sungguh berharap SOH Solo angkatan 4 ini akan menjadi berkat bagi setiap yang ikut dan berdampak bagi kegerakan pemulihan Solo dan sekitarnya. Terus dukung dan doakan!
SOH Pelatihan Dasar Solo Angkatan IV 2009
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Info SOH, Kegiatan, TrainingTanggal :
16-19 Maret 2009
Tempat :
Riyadi Palace Hotel
Jl. Brig. Jend. Slamet Riyadi No. 335, Surakarta
Telp (0271) 717181
Biaya :
Untuk 1 kamar berisi 2 orang @ 750.000,00
Untuk 1 kamar berisi 3 orang @ 600.000,00
biaya termasuk seminar kit, hotel & akomodasi
untuk 4 hari 3 malam.
Registrasi
Registrasi ulang dan check in pada hari Senin,
mulai pukul 13.00 WIB
Sekretariat Panitia
Jl. Ahmad Dahlan 78 (Keprabon)
Surakarta 57131, (0271) 652385, 635840, 7022330
Contact : Ibu Debora Istiawati 081329061827
Sdri. Narti 0271 8089597
Rekening Bank :
BCA Slamet Riyadi Surakarta
No. Rek. 015.238.7090 a.n. Bambang Irawan
Pembayaran minimal 50% dua minggu sebelum acara dimulai. Setelah Anda mendaftar, kami akan mengirimkan paket awal SOH yang berisi VCD perkenalan pelayanan, renungan persiapan pelayanan dan buku pertanyaan pemulihan. Bukti pendaftaran mohon dibawa pada saat registrasi ulang. Pendaftaran akan ditutup setelah terpenuhi 60 peserta.
Info selengkapnya: Download Brosur (pdf)
Jangan sampai ketinggalan, tempat terbatas !!!
Reportase: SOH Pelatihan Dasar Reguler Jogja Angkatan X
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Kegiatan, Reportase, TrainingAkhirnya School Of Healing (SOH) Reguler Pelatihan Dasar 23-27 Februari 2009 di Hotel Wisanti telah berhasil diselenggarakan. Sejumlah 32 peserta menikmati seluruh rangkaian acara dengan antusias dan merasa diberkati lewat pengajaran, kelompok kecil, maupun relasi yang dibangun antara setiap peserta dengan tim Duta Pembaharuan.
Satu hal yang baru dalam SOH Reguler Pelatihan Dasar Yogyakarta kali ini adalah pertama kalinya ada pengajar wanita yaitu Ibu Ruth Sianlie yang membawakan sesi Syarat Pertumbuhan dan Pemulihan. Senang sekali karena beliau dapat menyampaikan sesi ini dengan jelas sehingga para peserta diberkati dan terbuka matanya mengenai sikap-sikap apa yang diperlukan agar seseorang mengalami pemulihan.
Banyak hal yang Tuhan kerjakan melalui SOH ini. Kami melihat orang-orang yang sejak awal memang siap mengalami pemulihan dan menjadi alat Tuhan untuk memulihkan. Hal ini terlihat saat kelompok kecil, ada keterbukaan dan kerendahan hati setiap anggota untuk saling mendengarkan serta saling mendukung. Saat sesi pengajaran dan penerapan, kami juga merasakan bahwa Tuhan sungguh-sungguh memulihkan setiap hati yang terluka, penuh kepahitan dan penghakiman.
Sesi demonstrasi pun berlangsung dengan baik. Ada empat orang demonstran yang dilayani untuk pemulihan trauma, yaitu trauma peniti, trauma ketinggian, trauma pisau dan trauma melihat teman yang meninggal karena kecelakaan. Dari demonstran yang dilayani, seorang diantaranya justru diingatkan Tuhan mengenai perasaan yang muncul setelah mengalami trauma, yaitu bahwa Tuhan tidak melindungi orang yang baik. Ini adalah penipuan yang perlu dilayani dan membutuhkan waktu khusus.
Dari SOH kali ini, kami juga mendapatkan mitra-mitra baru yang memiliki komitmen untuk mendukung DP melalui talenta mereka. Ada yang berkomitmen menolong dalam menerjemahkan buku, menolong dalam membuat jaringan baru di daerahnya, dan menolong dalam penyebaran brosur. Semua rindu mendukung DP sehingga semakin banyak orang mengenal pelayanan pemulihan dan mengalami pemulihan dalam hidupnya.
Reportase: Peserta SOH Reguler Pelatihan Dasar Jogja
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Reportase, Statistik, TrainingJumlah peserta 32 orang (23 Wanita, 9 Pria)
Daerah asal peserta
Jakarta- 5 orang
Yogyakarta- 16 orang
Batam- 1 orang
Balikpapan- 1 orang
Klaten- 2 orang
Magetan-1 orang
Kudus- 1 orang
Malang- 1 orang
Surabaya- 1 orang
Tasikmalaya- 1 orang
Salatiga- 2 orang
Posisi Pelayanan
Pendeta/Gembala Sidang 4 orang
Konselor 3 orang
Pelayanan Anak 1 orang
Pelayanan Pemuda 1 orang
Pengerja Gereja 7 orang
Jemaat 3 orang
Pendoa 2 orang
Penginjil 3 orang
Tak terklasifikasi 8 orang
Lembaga yang mengikuti
PT Pertamina- 1 orang
PMK Sastra UKI- 1 orang
RS Mardi Rahayu Kudus-1 orang
Yayasan Gloria- 1orang
Asal Gereja
Gekari- 1 orang
Gereja Bethel Indonesia-8 orang
GSJA- 2 orang
GKI- 2 orang
Gereja Kristen Jakarta- 2 orang
Katolik-2 orang
Gereja Kristen Immanuel-1 orang
GPPI- 1 orang
Gereja Mawar Sharon- 1 orang
Tak terklasifikasi 7 orang
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya”. Saya sangat diberkati, dan saya melihat bahwa ayat ini berbicara lebih dari konteks penghiburan dalam suatu upacara penguburan. Saya mulai berpikir, “Sekarang sebenarnya Tuhan memberikan waktu apa kepada saya, karena jelas bahwa jika segala sesuatu ada waktunya, maka ada juga nanti waktu yang berlalu dan tidak pernah kembali”.
Kepekaan sesorang untuk mengerti masa apa yang Tuhan kehendaki dalam kehidupannya menjadi sesuatu yang sangat penting karena:
- Jika kita mati-matian mengerjakan sesuatu yang ternyata itu bukan waktunya Tuhan, maka kita menghabiskan waktu dan energi yang sangat banyak hanya untuk sebuah kegiatan yang “sia-sia”.
- Masa yang diberikan Tuhan mungkin bisa saja sepertinya berulang namun kualitasnya pasti berbeda.
- Kita akan semakin banyak membuang keefektifan diri kita untuk meraih suatu impian atau Visi.
- Kalau segala sesuatu kita sadari ada masanya maka jika kita tidak peka terhadap masanya Tuhan maka kita sama saja dengan orang yang menunda atau bahkan melewatkan berkat luarbiasa yang sebenarnya Tuhan siapkan bagi kita.
Bagaimana kita dapat melatih kepekaan terhadap masa Tuhan? Langkah pertama, bertanya kepada Tuhan hal apa di dalam diri kita yang selama ini kita masih pegang teguh seperti pendirian, kepandaian, keahlian kita yang ternyata menghalangi kita untuk mengerti masa Tuhan. Kedua, membereskan luka-luka, penghakiman, kemarahan, kepahitan yang masih dipendam dalam diri kita. Ketiga bertanya kepada Tuhan, masa apakah yang Ia siapkan bagi kita.
Bagi kebanyakan orang, yang paling sulit adalah poin pertama dan kedua. Dalam pengalaman pelayanan kami, seseorang dapat memiliki prinsip yang hebat dalam hidupnya atau memiliki banyak pengetahuan di dalam hidupnya, namun datangnya dari luka di masa lalu seperti keinginan balas dendam kepahitan dan lain-lain. Orang itu mungkin akan semakin berhasil dengan prinsip dan pengetahuannya, namun seringkali jika prinsip itu didasari luka, maka ia akan sulit menikmati damai sejahtera Tuhan semasa hidupnya.
Fakta mengatakan bahwa betapa banyak orang yang memiliki “segalanya dalam hidupnya” namun kehilangan damai sejahtera? Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?-Lukas 9:25. Jelas disini yang menjadi ukurannya adalah masa Tuhan. Mungkin secara dunia orang melihat kita tidak memperoleh apa-apa tetapi jika kita melakukannya pada masa Tuhan, maka hasilnya akan sangat luar biasa.
Apakah saudara tahu masa apa yang Tuhan kerjakan dalam diri saudara? Mungkin masanya untuk berubah, mungkin masanya untuk bertumbuh, mungkin masanya menemukan visi, mungkin masanya rekonsiliasi atau untuk hal-hal yang lain. Bertanyalah kepada Tuhan dengan membuang terlebih dahulu penghambat yang membuat kita tidak bisa “connect“dengan Dia.
Ditulis oleh :
Pdt Jonedi Ginting
“Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya. Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban”.
Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah. Sebenarnya ayat ini mengatakan kepada kita bahwa semua manusia akan mati, baik pintar atau bodoh, mengenal Tuhan ataupun tidak, berhikmat atau tidak, boros atau tidak dan seterusnya. Tetapi, tahukah saudara bahwa ayat ini membawa kita kepada satu realita bahwa walaupun kita semua akan mati tetapi ada yang tidak akan mati yaitu perubahan yang kita lakukan dalam hidup kita, atau daftar riwayat hidup apa yang sudah kita lakukan dalam hidup ini.
Thomas Alfa Edison sudah meninggal, Einstein sudah tidak ada dan banyak lagi tokoh-tokoh lain yang karyaNya sampai hari ini masih kita nikmati. Pernahkah kita berpikir bahwa benar nasib semua orang sama yaitu akan mendapat warisan 2 X 1 m “(dikubur)”? Namun apakah kita bisa mengubah generasi yang masih hidup nantinya atau mengubah anak cucu kita nantinya? Pasal 9 ini diakhiri pengkhotbah dengan satu cerita bahwa hikmat lebih baik dari pada keperkasaan (ayat 16).
Digambarkan dalam cerita ini, orang yang tidak diperhitungkan oleh dunia ini justru jauh lebih berpengaruh pada masa depan daripada seorang raja agung. Perbedaannya terletak pada hikmat. Hikmatlah yang akan kekal sampai kepada anak cucu kita, hikmatlah yang mempengaruhi generasi kita dan generasi yang akan datang, hikmatlah yang akan mengubah satu bangsa. Apakah kita sudah berhikmat, atau apa yang sudah kita lakukan dengan hikmat? Kalau kita melayani Tuhan, itu baik; kalau kita berpuasa, itu baik; kalau kita menolong orang itu pun baik; namun jika kita lakukan tanpa hikmat maka hasilnya tidak akan baik atau tidak akan maksimal.
Pada waktu nanti malaikat Tuhan menjemput kita, hikmat apa yang kita tinggalkan bagi generasi ini? Perubahan apakah yang sudah kita buat dalam hidup orang lain? Perubahan apakah yang sudah kita buat dalam gereja? Perubahan apakah yang sudah kita buat dalam lingkungan sekitar, ataupun untuk bangsa ini dengan hikmat?
oleh Pdt. Jonedi Ginting
Setiap divisi sibuk menyiapkan yang terbaik bagi pelaksanaan SOH besok. Puji Tuhan ada beberapa mitra di Jogja yang siap untuk menolong, diantaranya 5 mitra dari GBI Rumah Pujian, 2 mitra dari GKI dan beberapa mitra lain. Mari dukung Duta Pembaharuan dalam doa sehingga kita akan selangkah lagi menuju visi pemulihan ini
Pernahkah saudara dengar nama Louis Braille, ya dia adalah penyempurna huruf timbul ciptaan Barbier. Pada usia 3 tahun Louis Braille kecelakaan yang menyebabkan dia buta, dan dalam usia 5 tahun dia benar-benar tidak dapat melihat. Namun keterbatasan ini tidak membuat dia putus asa namun dia punya tekad membuat orang buta menjadi “melihat” . wah ini adalah rasanya mustahil kalau kita lihat keterbatasannya. Namun dia adalah orang yang bekerja keras pada waktu dia membaca huruf timbul Barbier dia merasa tidak puas dan dia mulai membuat penyempurnaan huruf itu. Akhirnya impiannnya menjadi kenyataan dia bukan hanya bisa membaca tetapi juga bisa menulis ,dengan huruf yang dia buat orang buta dapat melihat, terwujudlah impiannnya bahwa orang buta dapat melihat. Dengan apa yang dia lakukan orang Buta sekarang sudah punya Alkitab sendiri. Tidak hanya sampai disitu perjuangannya pada usianya 12 tahun dia sudah sangat mahir membaca dan menulis dengan huruf khususnya itu. Dan pada usia 17 tahun dia menjadi Guru untuk mengajar adik-adik kelasnya di sekolah luar biasa. Dia sangat berjasa dan membuat perubahan besar kepada tuna Netra dengan keterbatsan yang dia miliki.
Dari kesaksian ini kita dapat belajar dari keterbatsan kita bisa bertindak dengan dua cara, pertama menjadi alas an kita untuk tidak bertindak. Kedua, menjadi pendorong kita untuk bertindak. Jawabannya ada di dalam diri kita msing-masing. Mari kita terus melakukan perubahan didalam hidup kita yang akhirnya nanti akan sampai kepada kesempurnaan yang Tuhan inginkan . Haruslah kamu sempurna seperti Bapamu (Matius 5:48). Masih sangat banyak hal didunia ini yang menanti perubahan dan yakinlah bahwa anda yang mengubahnya. Dan juga kita mendapat pelajaran bahwa dengan tindakan nyata yang mustahilpun akan menjadi nyata. Salah satu lirik lagu mengatakan : apa yang kelihatan mustahil bagiku itu sangat mungkin bagiMu……… namun jika kita membatasi diri maka justru yang sebaliknya terjadi yaitu apa yang mungin bagi orang lain bagi kita sangat mustahil.
Jika anda sangat sulit bertindak atau melakukan sesuatu karena saudara merasa bahwa anda memiliki banyak keterbatsan maka kami dari Tim Duta Pembaharuan siap menolong saudara, bagi saudara yang sudah sekian lama melayani dan belum menemukan Visi yang jelas dalam kehidupan saudara yakinkan bahwa saudara sangat tepat untuk datang ke Duta Pembaharuan untuk bersama-sama kita menggumulinya.
Di tulis oleh :
Pdt. Jonedi Ginting
Brosur : SOH Pelatihan Dasar Reguler Solo 2009
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Brosur SOH, MediaReportase: Pelayanan Duta Pembaharuan di Restoration Service
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Kegiatan, Reportase, TrainingReportase: Pelayanan DP Di Sekolah Doa Pelangi
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Kegiatan, Reportase, TrainingPdt. Obed Rubiyanto dari Duta Pembaharuan Yogyakarta, Pdt. Heru Tri Budianto, Ibu Martha Panjaitan, Sdri. Marice Simbolon (Ulin), dan Sdri. Dewi dari tim Jakarta memenuhi undangan dari Sekolah Doa Pelangi Jakarta pada hari Sabtu, 17 Januari 2009 yang lalu. Sekolah yang telah didirikan sejak sekitar 8 tahun lalu ini telah menghasilkan para pendoa syafaat yang aktif dalam pelayanan-pelayanan doa bagi bangsa ini. Dengan konsep “Healing Night”, Duta Pembaharuan hadir dengan satu harapan untuk memperkenalkan satu metode pelayanan doa pemulihan yaitu Pelayanan Pemulihan Terpadu (PPT).
Dalam acara ini, Pdt. Obed dan Pdt. Heru menyampaikan sesi Bertumbuh Melalui Pemulihan, Overview PPT dan Kasih Karunia. Di tengah-tengah sesi, Ibu Marta, Sdri. Ulin, dan Sdri. Dewi juga mendukung dengan menyampaikan kesaksian saat mereka mengikuti School Of Healing-salah satu rangkaian pelatihan Duta Pembaharuan- dan bagaimana Tuhan menolong mereka untuk menyelesaikan penghalang pertumbuhan. Mereka juga ‘share’ tentang dampak dari luka-luka masa lalu dalam kehidupan mereka dan bagaimana model pelayanan pemulihan Duta Pembaharuan dapat menolong mereka. Sekitar 60 murid Sekolah Doa Pelangi yang datang malam itu terlihat begitu antusias, bahkan saat makan bersama, Ibu Faith-pendiri Sekolah Doa Pelangi- berkomentar, “Lha ini, model doa pemulihan seperti ini yang kita perlukan, perlu diajarkan bahkan dipraktekkan kepada setiap murid.”
Melalui sesi tanya jawab, diketahui banyak siswa sekolah ini yang haus mengetahui lebih jauh tentang Duta Pembaharuan dan School Of Healing (SOH). Bahkan secara spontan ada beberapa yang langsung mendaftar untuk mengikuti SOH Jakarta. Kami senang menyaksikan antusiasme semua murid Sekolah Doa terhadap pelayanan pemulihan Duta Pembaharuan dan berharap semakin banyak orang akan mengenal dan diberkati melalui model pelayanan ini.
Foto :
Kesaksian: Aku dipulihkan, dan aku mau memulihkan…
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Kesaksian, Testimoni SOHBanyak hal yang bisa kukerjakan dengan pengalaman aku ikut SOH untuk menolong dan menjadi berkat buat teman-temanku yang sedang mengalami masalah di dalam keluarga, baik keluargaku sendiri, teman kantor, teman sepelayanan dan kelompok sharing.
Kalau aku dapat dipulihkan,aku rindu juga untuk memulihkan yang lain, maka dari itu aku memberikan diri untuk mengambil bagian dalam kepanitiaan SOH. Ternyata setelah aku ikut rapat dengan Pak Heru-komandan tim Jakarta- beberapa waktu yang lalu, diinformasikan bahwa pelayanan SOH saat ini sangat berkembang. Perlunya sebuah keluarga untuk dipulihkan semakin dipahami oleh banyak orang adalah suatu hal yang penting. Aku bukan siapa-siapa, tetapi kalau memang ini visi dari Tuhan untuk aku kerjakan dalam mengembangkan karuniaNya, aku hanya mau taat saja. Biarlah Tuhan melihat kerinduanku untuk dapat memulihkan seluruh keluargaku.
Tina, Jakarta
School Of Healing Reguler Pelatihan Dasar
School Of Healing Pelatihan Dasar Reguler Jogja
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Info SOH, Kegiatan, TrainingSchool Of Healing Pelatihan Dasar Reguler Jogja akan diadakan pada :
Tanggal : 23-27 Februari 2009
Tempat : Hotel Wisanti, Jl. Taman Siswa No. 79 Yogyakarta
Biaya
Rp. 775.000,00 perorang untuk seminar kit,
hotel & akomodasi untuk 4 malam 5 hari.
Registrasi
Registrasi ulang dan check in pada hari Senin, Pukul 13.00 WIB.
Pembayaran minimal 50%, dua minggu sebelum acara.
Kirimkan/fax bukti transfer beserta data pribadi ke 0274-496418 untuk mendapatkan paket persiapan.
Pendaftaran akan ditutup setelah terpenuhi 30 peserta. .
Contact Person : Vicky atau Ibu Utami
Jl.Tanjung No.31 Juwangen,
Purwomartani Kalasan, Jogjakarta
Telp. (0274) 497183 atau Fax. (0274) – 496418
email : sohduta@yahoo.com
website : http://dutapembaharuan.wordpress.com
Rekening Bank :
![]()
BCA Yogyakarta No 0370035857 a.n. Thomas Jay Sappington
Sore ini kami sangat bersukacita ketika salah seorang fasilitator Duta Pembaharuan yang berada di Samarinda, Bapak Yafet, menelepon Bapak Paul dan menceritakan tentang kemajuan salah seorang alumni SOH Samarinda.
Bapak Yafet menceritakan bahwa sebelum Amos-demikian nama pemuda ini- mengikuti School Of Healing, ia seperti seorang yang benar-benar ‘blank’, tidak punya semangat hidup dan kurang bisa berkomunikasi dengan baik. Setelah mengikuti rangkaian pengajaran dan pelayanan dalam SOH, ada kemajuan yang sangat besar. Saat ini dia sudah bisa berkomunikasi dengan baik, bisa menolong menjaga toko, dan memiliki harapan hidup.
Hal yang senada diungkapkan mamanya sekitar 4 bulan lalu, saat kami bertemu dalam sebuah persekutuan doa di sore hari setelah SOH Samarinda selesai. Saya masih ingat waktu itu mamanya berkata, “Saya bersyukur Amos bisa ikut acara itu, karena siang tadi ia mengatakan bahwa ia merasa sangat senang bisa mengikuti acara SOH. Dan saya bisa melihat bahwa ia mulai punya semangat lagi”.
Kami melihat bahwa semua itu berjalan semakin baik. Amos semakin maju dan semakin semangat, ia semakin bertumbuh dalam kehidupannya. Dalam 4 bulan, ada hal-hal baru dimana Tuhan menyatakan kasihNya sehingga membuatnya memiliki harapan. Hal yang sama mungkin terjadi di sekitar kita, banyak orang tanpa semangat, tanpa harapan. Mereka membutuhkan kasih Tuhan, mereka juga butuh orang yang dapat memperkenalkan kasih Tuhan. Jika saat ini Tuhan memperlihatkan kepada kita orang-orang seperti Amos, apakah tindakan kita? Maukah kita ambil bagian untuk memperkenalkan harapan yang sejati padanya? Maukah kita dipakai sebagai alat Tuhan untuk memulihkan mereka?
Mari, barangsiapa rindu, bergabunglah dalam visi pemulihan yang Tuhan letakkan dalam hati kami. Mari bergandeng tangan untuk bekerja memulihkan bangsa ini, membagikan pengharapan sejati dalam Kristus, dan menolong mereka bertumbuh menuju keserupaan dengan Dia. Sekaranglah waktunya!
Belum lama ini, saya bertemu dengan beberapa ibu rumah tangga yang tak lagi merasa aman di rumah mereka karena merasa terancam baik secara fisik maupun psikis oleh tindakan suami mereka. Ada yang memutuskan untuk kembali ke rumah orangtuanya dan berpikir untuk berpisah daripada mengalami siksaan dan kecaman terus menerus. Ada yang memutuskan untuk tetap diam karena menganggap hal ini sebagai aib keluarga yang harus ditutupi, namun ada pula yang justru melarikan diri dari masalah dengan cara ekstrim seperti bunuh diri.
Suatu contoh kenyataan yang sungguh memprihatinkan, bahkan tidak sedikit kenyataan ini terjadi dalam keluarga Kristiani, yang seharusnya menjadi keluarga yang penuh dengan kasih dan kesatuan. Dalam Kolose 3:14 tertulis,”Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan”. Apabila sebuah keluarga benar-benar mengikatkan diri satu sama lain dalam kasih Tuhan, maka perpecahan tidak akan terjadi, dan tak perlu jatuh ‘korban’ seperti anak yang broken home, keluarga yang disfungsi, istri yang memiliki PIL atau bahkan suami yang memiliki WIL. Tidak akan terjadi juga kepahitan yang terus disimpan antara suami dengan istri, orangtua dengan anak, atau sikap saling menghakimi antara anggota keluarga.
Kondisi seperti ini membutuhkan pemulihan dari Tuhan sendiri, meskipun dalam prakteknya, Ia akan memakai orang-orang lain. Dibutuhkan orang- orang percaya yang dapat mendengar mereka dan menjadi komunitas yang sehat bagi orang-orang ini. Karena itulah, Duta Pembaharuan hadir sebagai salah satu fasilitator pelayanan pemulihan, yang rindu melatih orang-orang percaya yang rindu menolong orang-orang terluka ataupun keluarga yang terpecah dan sulit mengatasi kemelut rumah tangganya. Tujuannya adalah agar mereka dapat mengalami kasih Tuhan yang sejati, yang merupakan dasar dari segala hubungan dan dapat bertumbuh menjadi pribadi dan keluarga yang benar-benar sesuai Kristus. Jika Anda rindu menolong keluarga-keluarga atau pribadi yang mengalami permasalahan-permasalahan seperti yang saya kemukakan, bergabunglah dalam program pelatihan pelayanan pemulihan kami yaitu School Of Healing, yang diadakan secara reguler dengan jadwal tertentu. Mari bersama menjadi alat Tuhan untuk memulihkan generasi bangsa ini dan menyatakan kasihNya bagi mereka yang memerlukan.
Satu bulan lalu tim DP Jogja menghadiri pernikahan salah satu Fasilitator di Solo. Siang itu acara cukup padat dan setelah beberapa saat kami memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Di tempat resepsi tersebut saya sempat bertemu dengan alumni SOH yang sekarang ikut terlibat dan begitu antusias mengembangkan pelayanan pemulihan bersama Duta Pembaharuan. Beliau bernama Ibu Andayani dan suaminya Bapak Indro cahyono, pasangan ini di karuniai dua orang anak, mereka berasal dari kota Surabaya.
Hari itu kami di undang untuk mengunjungi rumahnya dan menikmati jamuan makan siang bersama. Di sepanjang perjalan ke sebuah tempat makan, saya mendengarkan kesaksiannya hingga beliau dan keluarga ada di kota SOLO. ” awalnya saya bingung mbak, kenapa saya di bawa pada situasi seperti sekarang ini tetapi sejak selesai mengikuti SOH bahkan sampai hari-hari ini. saya semakin merasakan bahwa Tuhan benar-benar yang menuntun kehidupan saya dan keluarga”. Beliau berkata-kata dengan perasaan yang haru karena kebaikan Tuhan.
Beliau merasakan bahwa kepindahannya dari Surabaya ke Solo adalah satu keputusan yang sebenarnya sulit, menurut perhitungan dan logika manusia ini keputusan yang merugikan. di Surabaya keluarga sudah ada tempat tinggal dan usaha yang bagus, anak-anak dengan sekolah yang bagus dan biaya yang murah. tetapi sekarang beliau dan suami justru lebih banyak waktu untuk melayani pekerjaan Tuhan dari pada bekerja, tetapi sampai hari ini mereka merasakan berkat Tuhan jauh lebih besar dari waktu-waktu yang lalu dan lebih dari itu ada sukacita yang besar di dalam Hati waktu mempersembahkan hidup buat Tuhan. ” Tuhan menuntun Saya ke Solo dan melewati banyak hal dalam hidup untuk di pulihkan melalui Duta pembaharuan. Secara pribadi saya merasakan bahwa Tuhan Yesus sangat mengasihi saya ” ujar ibu Anda.
Saat ini Tuhan banyak memulihkan hubungannya dengan suami dan anak-anak, bagaimana mengasihinya saat tidak bisa mengasihi, bagaimana menjadi istri dan ibu bagi anak-anak, semuanya telah mengalami banayak perubahan meskipun masih dalam Proses. Karenanya beliau sangat bersyukur kepada Tuhan. Hal ini di tegaskan kembali saat menikmati Natal bersama keluarga Duta Pembaharuan, beliau berkata, ” Dahulu saya merasakan Tuhan hadir sebagai Juru Selamat dan Allah yang Tidak pernah salah(Kaku) dengan segala ke hendaknya. tetapi sekarang saya mengenal dia sebagai Allah yang juga sahabat sehingga saya dapat ngobrol, meminta tuntunan, dan menikmati kasih Tuhan setiap hari”. Great is Our God!!!! Demikian juga kerinduan Tuhan supaya Dia bisa dekat dengan kita dan menikmati pribadiNya setiap saat seperti yang di tunjukkanNya dalam hidup Ibu Anda.
Bagaimana dengan saudara, apa yang menghalangi kita bisa menikmati Tuhan dan pimpinanNya dalam hidup kita? Datang dan rasakan pemulihan melalui ” School Of Healing” yang ada di sepanjang tahun 2009 ini. RS.
Brosur : School Of Healing Pelatihan Dasar 2009
Author: Duta Pembaharuan | Filed under: Brosur SOH, MediaSCHOOL OF HEALING
SOH Reguler Pelatihan Dasar
- Yogyakarta 23-27 Februari
- Solo 16-19 Maret dan 03-06 Agustus
- Jakarta 20-23 Mei
- Samarinda 12-16 Oktober
SOH Reguler Pelatihan Lanjutan Yogyakarta
- 29 Juni-03 Juli
- 16-20 November
SOH Reguler Fasilitator Yogyakarta
- 07-11 September
Sukacita menyelimuti hati setiap anggota tim Duta Pembaharuan ketika Sabtu, 10 Januari 2009 kemarin kami bertemu dan merayakan Natal bersama di Karangpandan. Sekitar 60 orang hadir dalam acara ini, termasuk Pak Todd dan Ibu Melody dari Salatiga, serta Pak Pdt. Nurpandi dan Pak Puguh dari tim Batam.
Acara yang diprakarsai oleh tim regional Solo itu berlangsung meriah, hangat dan penuh kebersamaan. Semua terlihat menikmati setiap acara dengan antusias. Bapak Pdt. Obed dan Ibu Lina yang menjadi MC mengajak setiap peserta bersemangat memuji Tuhan dan mengekspresikan gaya masing-masing lewat. Tak terlupa, kami pun menikmati berkat Firman Tuhan yang disampaikan oleh Ibu Retno dengan tema Imanuel, dimana kami diajak mengingat kembali relasi dengan Tuhan selama ini, apakah benar-benar ada ‘Tuhan beserta kita’ dalam setiap detail kehidupan yang dijalani. Kami juga diajak untuk berdoa bagi Duta Pembaharuan, untuk setiap program tahun 2009, perkembangan pelayanan dan kehidupan keluarga, serta saling mendoakan saudara yang ada di samping kanan.
Sebelum acara usai, ada tukar kado antar semua yang hadir. Sambil menyanyikan KasihNya Seperti Sungai, kami saling mengedarkan kado yang sudah dibungkus dengan kertas koran, yang dibawa masing-masing dari rumah. Ramai sekali suasana saat itu, apalagi saat ada kado yang kembali pada pemiliknya, lagu harus diulang lagi sampai semua mendapat kado orang lain. Dengan wajah berseri-seri setiap orang berlomba membuka kado yang mereka dapatkan dan terlihat senang dengan kado yang diperoleh. Beberapa berkata bahwa kado yang mereka dapatkan pas dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan.
Acara Natal yang diakhiri dengan doa berkat oleh Bapak Pdt. Jonedi ini berlangsung selama 3,5 jam. Sungguh senang menikmati kebersamaan dengan keluarga besar Duta Pembaharuan, terlebih lagi karena kami bisa merasakan kasih Tuhan dalam kebersamaan ini. Kami berharap bahwa setiap saat kasih itu dapat terpancar dari kehidupan kami sebagai pelayan Tuhan sehingga dapat menjadi berkat bagi orang lain.
Hati saya tergetar ketika siang itu saya mengangkat gagang telepon. Suaranya kecil dan tidak begitu jelas hingga saya mengulang-ulang kata. Sayup-sayup terdengar oleh saya suara seorang nenek yang bertanya. “..Apakah ini Duta Pembaharuan?..saya mau ikut jadi pendoa bagaimana caranya?…saya sangat rindu untuk mendoakan pelayanan Duta Pembaharuan jadi saya mau di sms pokok-pokok doanya DP..” ternyata beliau adalah Alumni School Of Healing di kota Samarinda yang bernama Ibu Je Swie Giok. Beliau berumur ± 60 tahun..
Untuk pertama kalinya saya di telepone langsung oleh seorang nenek yang sangat antusias melayani. Beliau berada di tempat yang jauh dari Jogja, tidak juga mengenal email, bahkan nomor Hand Phone yang beliau berikan adalah milik cucunya, usianyapun tidak lagi muda…tetapi beliau tahu masih ada yang bisa dipersembahkan untuk Tuhan. Saya tidak menyangka hari ini beliau menghubungi saya lagi untuk mendapatkan pokok doa. Karena dua minggu kantor DP sedang ada libur dalam rangka Natal, jadi saya belum mengirim pokok doa. Oh…God..saya merasakan Hati Tuhan ada dalam hatinya, yang masih ada sekarang adalah waktu, tenaga, kesempatan dan yang paling penting adalah hatinya yang mengasihi dan mau melayani Tuhan. Saya percaya Tuhan Yesus sendiri yang memilih dan memberikan Kerinduan di dalam hatinya sehingga hadir dibagi kita semua cerita ini. Jadi saat ini ada satu lagi pendoa syafaat yaitu seorang nenek yang berdoa untuk pelayan Duta Pembaharuan.
Bagaimana dengan saudara dan saya???? Apa yang ada dalam diri kita semata-mata adalah pemberianNya. Apa yang dapat kita persembahkan untuk Dia? Berdoa bukan hal yang sulit bagi orang yang mengasihi Yesus. Jadi, mari bergabung bersama kami dalam doa untuk mendukung pekerjaan Tuhan ini. Indonesia perlu di pulihkan, kota kita perlu Tuhan, keluarga, pekerjaan, dan kehidupan kita semua perlu Tuhan. jadi Doa adalah jalan yang sangat efektif dalam pengharapan akan perubahan kehidupan. RS











